Inovasi (Juga) Punya Sisi Kontroversi
Saeful Basri, M.Ed.
Malam tidak berganti siang dalam sekejap, hujan tidak langsung turun sebelum mendung, anak-anak tidak seketika menjadi dewasa, begitu juga orang miskin tidak akan menjadi kaya dengan sim-salabim. Alasannya sederhana, karena apapun yang bergerak terlalu cepat akan berpotensi menimbulkan ketidakseimbangan.
Tapi dunia kita sedang mengalami perubahan yang besar dalam waktu singkat, rasanya terlalu cepat.
Dalam rentang umur yang baru lumayan (belum lansia) saya sudah sempat menyaksikan bagaimana dulunya sebagian petani begitu anti terhadap pupuk karena dianggap tidak alami, lalu tiba-tiba sekarang petani tidak bisa berbuat apa-apa kalau pupuk langka. Saya juga ingat betul indahnya suasana malam saat tidak ada cahaya selain bulan dan kunang-kunang, tapi sekarang rasanya mustahil kita bisa hidup nyaman jika listrik padam. Dulu kita juga tidak punya gadget seperti smartphone, smartwatch, smartTV dll. sehingga tidak butuh sinyal atau koneksi internet. Sekarang lihatlah benda-benda berteknologi wireless, portable dan digital yang telah menjadi must-have atau barang wajib bagi remaja dan orang dewasa.
Itulah sebagian kecil dari contoh perubahan besar yang terjadi hanya dalam beberapa dekade, begitu cepat dan akan terus berkembang semakin pesat. Makin ke depan nanti akan semakin sulit membayangkan hidup terpisah dari teknologi dan inovasi. Hari ini kita bisa menyaksikan bagaimana kendaraan listrik mulai ramai, uang elektronik sudah biasa, pasar online merajalela, bahkan teknologi robotik dan Artificial Intelligence sudah mulai masuk dalam kehidupan nyata sehari-hari. Masa depan kita menjadi sangat menarik sekaligus mengkhawatirkan karena sangat sulit diprediksi.
Tanpa banyak kita sadari, kemajuan teknologi akan berdampak semakin luas terhadap pola interaksi, urusan ekonomi, keamanan, sosial, politik, budaya hingga ritual peribadatan. Fa aina tadzhabuun? Lalu kemanakah sebenarnya kalian melangkah? Pertanyaan alQur’an ini semakin terasa penting untuk dicari jawabannya, terlebih bagi kita yang usianya sudah mulai “nembere” (mengutip istilah para pendaki Rinjani saat mereka memulai perjalanan turun). Siapa sebenarnya yang diuntungkan dengan inovasi ini? Pentingkah sebenarnya bid'ah dan perubahan-perubahan ini dalam mencapai tujuan yang hakiki? I don’t know.
Memang di satu sisi Agama mengajarkan kita untuk terus menciptakan progres, kita dituntut untuk berubah. Fa iza faraghta fanshab. Tapi di sisi lain, di samping harus membatasi area inovasi tersebut jangan sampai menyentuh soal aqidah dan ibadah mahdhah, kita juga harus menjaga keseimbangan dengan tetap memperhatikan dampak yang ditimbulkan sambil merencanakan langkah-langkah antisipatif.
Waiyyaakum min muhdasaatil umuur… berhati-hatilah kalian dengan perkara baru, itulah wasiat yang ditinggalkan Nabi SAW yang kita temukan dalam hadits shahih. Beliau tidak anti terhadap inovasi (seperti yang cenderung ditekankan dalam ajaran agama lain), tetapi beliau mengingatkan kita untuk berhati-hati. Wallohu a’lam bisshawab.
Komentar
Saran / Pendapat / Komentar
Tulisan Lainnya
Pasukan Berani Mimpi ~ Wisuda Purnasiswa Angkatan XXIII-2024
Saepul Basri, M.Ed. (Guru SMAN 1 Janapria) --- SELAMA kalian punya impian maka kalian tidak akan pernah tersesat, karena impian adalah peta beserta kompas yang akan menunjukkan arah k
Peristiwa Isra' Mi'raj || Ujian Bagi Keimanan Seseorang
Saeful Basri, M.Ed. (Guru SMAN 1 Janapria) JIKA ALLAH SWT tidak membimbing seseorang, mukjizat sebesar apapun tidak akan bisa membuatnya beriman. Syaitan b
BPSDMD Provinsi NTB Luncurkan Kampanye Antikorupsi
20 September 2023 [JANAPRIA] - Sebagai salah satu upaya dalam mendorong etika dan integritas di sektor pendidikan, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Daerah Provins
Tanda-Tanda Manusia Pilihan || Pelajaran Berharga Dari Kisah Nabi Musa AlaihisSalam
Saeful Basri, M.Ed. Maukah Anda dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang paling mulia di sisi Tuhannya? Jika jawabannya YA, ada baiknya kita mengulas keunggulan karakter salah seo
Tintanya Para Ilmuwan Lebih Keramat Dibanding Darah Para Syuhada
SAEFUL BASRI, M.ED. Dengan menyebut nama Allah, yang maha pemurah lagi maha penyayang. Puji syukur hanya bagi Allah yang menciptakan segala sesuatu dengan desain yang sempurna, d

Seneng aja baca narasinya pak.